Penyakit Hati

Penyakit hati atau penyakit liver. Penyebab penyakit hati lebih dari 20. Paling sering disebabkan oleh infeksi. Bisa infeksi oleh parasit (amuba disentri, malaria, cacing, toxoplasma) dan terbanyak oleh virus.

Sampai sekarang dikenal delapan jenis virus hati. Paling jahat virus hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV). Ujung dari hepatitis bisa cirrhosis. Hati yang cirrhosis sel-selnya berubah menjadi jaringan ikat yang tak bisa pulih normal lagi, sehingga menurun fungsinya. Jika cirrhosisnya pada seluruh hati, fungsi hati lumpuh dan berakhir dengan gagal hati.

fase kerusakan hati

Hati yang cirrhosis sel-selnya berubah menjadi jaringan ikat yang tak bisa pulih normal lagi, sehingga menurun fungsinya. Jika cirrhosisnya pada seluruh hati, fungsi hati lumpuh dan berakhir dengan gagal hati. Hati juga bisa sakit oleh obat-obatan, minum alkohol, tercemar bahan kimia dan bisa juga bila ada sumbatan empedu akibat infeksi kandung empedu atau salurannya.

Di Indonesia hati bisa rusak oleh racun aflatoxin dari kacang busuk atau bahan jamu yang sudah berjamur. Selain itu, hati juga bisa kanker dan mengalami perlemakan hati (fatty liver).

Tubuh orang yang terserang penyakit hati, harus dihindarkan dari makanan dan masakan berlemak atau yang digoreng. Pada saat yang sama, jika bisa hendaklah mengonsumsi sedikit minyak zaitun mentah. Sebaiknya menghindari makanan yang manis-manis, seperti cokelat dan krim yang mengandung banyak busa dan telur.

Sedang mengenaik ikan, disarankan untuk tidak memakan ikan terlalu banyak, khususnya ikan salmon dan sarden. Sedang mengenai sayur-sayuran, semuanya boleh dikonsumsi kecuali sabankih (semacam bayam), bakung dan asam-asaman.

Disarankan bagi penderita liver untuk mengonsumsi biji-bijian dan buah-buahan selain buah pisang dan aprikot. Dan, juga disarankan banyak mengonsumsi umbi-umbian yang dipanggang dan direbus saja.

Adapun minum air jahe, dan yang semisalnya, maka semuanya sangat baik bagi penderita penyakit hati. Dianjurkan meminum air dalam keadaan bagaimanapun, kecuali yang sudah dicampur dengan bahan pengawet.

Penyakit hati disebabkan oleh banyak faktor penyebab, di antaranya :

- Pola hidup yang tak sehat. Tubuh dipaksa untuk bekerja keras sampai-sampai tidak memperhatikan asupan gizi.

- Pekerja malam atau orang yang sering begadang, rentan mengidap penyakit hati. Ini disebabkan secara biologis fungsi hatinya dipicu untuk bekerja lebih cepat sehingga detoksifikasi lebih tinggi. Akibatnya, kondisi tubu mudah drop.

- Adanya infeksi virus atau bakteri

- Kecanduan alkohol

- Efek samping obat-obatan tertentu yang merupakan racun bagi hati

- Kelainan bawaan lahir

- Kelainan-kelainan dalam metabolisme tubuh

- Adanya trauma atau luka

- Kurang gizi

- Tidak memperhatikan kebersihan alat-alat makan dan minum

- Penyakit hati menular lewat darah, keringat, hubungan seks dan air liur.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pantangan Makanan Penderita Penyakit Hati

Hatiterletak disebelah kanan perut, tepatnya dibawah sekat rongga perut atau diafragma yang membagi dada dengan perut. Hati mempunyai fungsi penting di dalam tubuh karena merupakan aboratorium kimia besar. Sebagian besar makanan yang kita makan disimpan dalam hati, sesudah dicerna dan diserap di saluran pencernaan.

Penyakit hati atau liver muncul karena seseorang banyak makan makanan yang sudah diolah dan anorganik serta makanan berkanji kental, gula, lemak, daging, bir, anggur dan minuman keras.

Penyebab dari penyakit hati atau liver lebih duapuluh. Paling sering sebab infeksi. Bisa infeksi oleh parasit (amuba disentri, malaria, cacing, toxoplasma, dan terbanyak oleh virus). Sampai sekaraang dikenal delapan jenis virus hati. Paling jahat virus jepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV). Ujung dari hepatitis bisa cirrhosis.

Penyakit hati atau liver yang cirrhosis sel-selnya berubah menjadi jaringan ikat yang tidak bisa pulih normal lagi, sehingga menurun fungsinya. Jika cirrhosis-nya pada seluruh hati, fungsi hati lumpuh dan berakkhir dengan gagal hati. Hati juga bisa sakit oleh obat-obatan, minum alkohol, tercemar bahan kimia, dan bisa juga ada sumbatan empedu akibat infeksi kandung empedu, atau salurannya.

Di Indonesia hati bisa rusak oleh racun aflatoxin dari kacang busuk, atau bahan jamu yang sudah berjamur. Selain itu, hati juga bisa kanker dan mengalami perlemakan hati (fatty liver).

Hidup yag sehat berawal dari hati yang sehat. Hati adalah organ tubuh yang paling penting dan paling besar dalam tubuh. hait atau liver memiliki fungis yang sangat penting bagi tubuh yakni sebagai :

1. Detoksifikasi racun-racun dari tubuh
2. Sintesis (pembuatan protein dan pemecah protein)
3. Tempat penyimpanan vitamin dan mineral
4. Membantu pengolahan makanan
5. Mengubah zat buanga dan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urine
6. Memproduksi enzim dan hormon
7. Pusat metabolisme tubuh

- Hati sangat berperan penting dalam proses pemyembuhan peyankit, karena bila hati sehat maka metabolisme tubuh meningkat sehingga nutrisi dan oat-obatan yang dikonsumsi dalam proses penyembuha tersebut dapat diserap secara optimal.

- Disamping itu bila orang yang terkena penyakit diharuskan mengkonsumsi bat-obatan dimana sisa obat-obatan yang tidak diserap akan menjadi racun atau toxic bagi tubuh sehingga dibtuhkan hati yang sehat untuk bisa mengeluarkan toxin-toxin tesebut. Bila hatinya tidak sehat maka hati tersebut akan mengalami keracunan yang akan memperparah penyakit tersebut.

- Penderita penyakit berat cenderung mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu panjang. Sisa obat-obatan yang dikonsumsi (tidak diserap) akan menjadi toxic bagi tubuh sehingga harus dibuang oleh hai kita. Namun bila hati kita tidak sehat maka toxic akan tertimbun dalam hati kita dan memperparah gangguan hati sehingga penyakit yang diderita akan susah sembuh.

- Bila penyakit yang kita derita tak kunjung sembuh, walaupun sudah berobat keman-mana dan sudah berganti-ganti obat-obatan, maka mungkin fungsi hati anda tidak sehat atau bekerja optimal. Sebaiknya kombinasikan obat-obatan yang anda konsumsi dengan herbal yang berfungsi untuk menyehatkan fungsi hati, meningkatkan metabolisme tubuh dan antioksidan.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , | Leave a comment

Penyakit Hati Kronis

Pada umumnya, gambaran penyakit hati kronis yang tipikal adalah stigmata perifer seperti eritema palmaris, kontraktur Dupuytren, spider nevi dan ginekomastia. Pada prakteknya gambar klinis hipertensi portal seperti asites dan splenomegali sering merupakan tanda fisik yang lebih menonjol.

tahapan kerusakan pada organ hati

Pemeriksan penunjang dari penyakit hati kronis

- Tes darah : hitung darah lengkap-makrositosis, trombositopenia atau ureum yang rendah bisa ditemukan pada penyakit hati kronis. Natrium yang rendah (bukan disebabkan oleh diuretik) adalah tanda prognostik yang buruk.

- Tes fungsi hati : kadar albumin yang rendah mungkin nonspesifik. Transminase bisa memberi petunjuk apakah ikterus terutama terjadi karena penyebab hepatoselular (SGOT dan SGPT> fosfatase alkali) atau kolestatik (fostatse alkali atau GT (gamma-glutomyl transferase > SGOT), walaupun dapat juga bersifat campuran. Transminase yang normal menunjukkan kelainan hemolisis yang lebih jarang.

- Tes serologi hepatitis virus : IgM hepatitis A adalah pemeriksaan diagnostik untuk hepatitis A akut. Hepatitis B akut ditandai oleh adanya HBSAg (antigen permukaan hepatitis B) dan deteksi DNA hepatitis B. Hepatitis C jarang menyebabkan hepatitis akut namun sering menyebabkan penyakit hati kronis.

- Profil autoantibodi dan imunologbulin

- USG hati : bisa membantu menegakkan diagnosis klinis, karena bisa menunjukkan abnormalitas hati fokal seprti metatastasis, abses hati, atau kelainan vaskular. Bisa menemukan tanda-tanda obstruksi bilier (dilatasi duktus biliarus) dan penyebab ikterus (batu empedu, kanker pankreas). Bisa juga tidak nampak kelainan.

USG sangat bermanfaat untuk pemeriksan massa di hati dan tumor yang berasal dari ginjal dan organ pelvis (ovarium, uterus). Kurang bermanfaat bagi untuk menentukan sifat massa yang berasal dari saluran pencernaan atau pankreas. USG biasanya tidak terlalu sensitif pada pasien penyakit hati kronis yang memiliki berat badan berlebih atau kegemukan.

- ERCP : jika ada tanda-tanda obstruksi blilier, ERCP tetap merupakan tes definitif untuk menentukan apakah obstruksi terjadi intraluminal (batu empedu pada duktus biliaris komunis (CBD) atau ekstraluminal (struktur maligna dari karsinoma pankreas). Pemeriksaan ini juga bisa mengurangi derajat obstruksi.

- Biopsi hati : histologi hati tetap merupakan pemeriksaan definitif untuk ikterus hepatosellular dan beberapa kasus ikterus kolestatik (sirosis biliaris proimer, kolestasis intrahepatik akibat obat-obatan (drug induced). Terdapat berbagai indikasi absolut untuk pemeriksaan ini.

Derajat ikterus sebenarnya tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah mengenali tanda-tanda gagal hati dan menentukan penyakit hati kronis.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Hati

Penyakit hati atau liver yang umumnya diketahui oleh masyarakat umum sebagai penyaki kuning atau hepatitis. Karena penyakit hepatitis ini menyerang fungsi organ hati. Namun, tak semua jenis penyakit dicegah atau diobati, karena bergantung pada tingkat keparahan dan lamanya penyakit yang dialami, misalnya hepatitis A dan hepatitis B masih dapat dicegah dengan vaksinasi yang awalnya diberikan kepada bayi setelah berusia 2 atau 3 bulan setelah kelahiran dengan rentang waktu pemberian vaksin secara berkala sesuai petunjuk dari dokter.

Namun masih ada cara lainnya untuk mencegah atau mengurangi risiko dari penyakit infeksi hati, antara lain :

1. Membiasakan diri dan keluarga untuk menjaga kebersihan minimal dilingkungan dalam rumah dan sekitra luar rumah.

2. Membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau usai buang air.

3. Menghindari penggunaan obat-obat terlarang seperti penggunaan jarum suntik bersama.

4. Melakukan hubungan seksual yang aman

5. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan menggunting kuku

6. Menghindari penggunaan alat bersama dengan penderita yang teridentifikasi penyakit ini misalnya sisir, alat cukur, sabun dsb

7. Mengurangi pemakaian produk yang berbahan kimia baik dalam bentuk obat, makanan dll

8. Lakukan diet sehat dan tetap menjaga keseimbangan dan kelengkapan akan kebutuhan gizi dan nutrisi yang lengkap untuk tubuh

9. Konsultasi atau melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan pada bayi lakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin hepatitis sejak awal secara berkala sesuai dengan petunjuk dokter.

Dengan mencoba mencegah, menerapkan pola hidup yang sehat dengan berbagai cara yang dinilai aman dan memberi manfaat yang positif bagi tubuh dan menjaga kesehatan dengan minum air putih sebanyak-banyak, mengkonsumsi suplemen dari bahan-bahan alami terbaik, hindari rokok dan minum alkohol merupakan cara terbaik sebagi salah satu upaya pencegahan dan mengurangi risiko dari penyakit berbahaya ini.

Penyakit-penyakit hati jika tidak ditangani dnegan segera akan menyebabkan timbulnya penyakit yang semakin memperparah keadaan fungsi dan menurunkan kinerja organ hati. Diketahui penyakit-penyakit hati yang berbahaya dapat menyebabkan kematian.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Hati

Penyakit hati atau yang biasa disebut oleh masyarakat pada umumnya sebagai sakit kuning, namun sakit hati dalam bahasa medis disebut hepatitis. Ada 5 jenis hepatitis yang diketahui yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Penyakit hepatitis ini menyerang organ hati.

Kebanyakan penderita penyakit hati atau liver/hepatitis ini adalah mereka yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah, bermukim pada daerah yang kurang layak dijadikan tempat tinggal, lingkungan sekitar yang kurang bersih, dan kurangnya pengetahun tentang bahaya penyakit hati atau hepatitis ini. Namun, tak menutup kemungkinan mereka yang tergolong ekonomi menengah keatas tidak memiliki risiko yang sama. Risiko penyakit hati yang kebanyakan disebabkan oleh salah satu virus hepatitis yang  terus berkembang dapat menyerang siapa saja dan kapan saja.

Bahaya penyakit hati yang disebabkan karena adanya virus, bakteri, kuman dan parasit yang berasal dari berbagai sumber yang terkadang tidak kita sadari, bahkan mungkin terabaikan seperti pada obat-obatan kimia, makanan, minuman bahkan yang bersumber dari tubuh kita sendiri karena kebiasaan buruk, kurang gizi, dan penyebab lainnya yang mendukung suatu penyakit mudah datang dan menyerang tubuh kita.

Penyakit hati ini harus segera diatasi sebelum mewabah atau virus penyebab penyakit ini semakin berkembang, karena tingkat penyebaran atau penularan penyakit ini disinyalir 100 kali lebih kuat daripada virus HIV yang menular.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Penyakit Pada Hati

Penyakit liver dapat diartikan juga sebagai penyakit hati dalam arti yang luas karena pada dasarnya penyakit hati merupakan gangguan fungsi hati sehingga menyebabkan hati gagal atau tidak dapat bekeraja secara optimal sesuai dengan fungsi kerjanya. Umumya sekitar 75% atau 3/4 dari jaringan hati akan terpengaruh sebelum terjadiny penurunan fungsi hati.

Sirosis hati yang merupakan salah satu penyakit pada organ hati

 

Jenis penyakit hati sangat beragam tergantung dari penyebabnya. Berikut ini ada beberapa faktor penyebab umum dari penyakit hati :

1. Penyakit hati karena infeksi, jenis penyakit ini terjadi karena adanya penularan virus hepatitis yang dapat bersumber dari bahan makanan dan minuman yang telah terkontaminasi, jarum suntik, aktivitas seksual yang tidak sehat dll.

2. Penyakit hati karena toksin/racun dapat terjadi karena konsumsi obat-obatan, alkohol yang ersifat toksik pada hati. terlalu banyak mengkonsumsi obat akan menimbulkan penimbunan obat dalam hati sehingga beresiko pada kesehatan hati.

3. Gentik atau keturunan, penyakit hati juga dapat terjadi karena faktor keturunan seperti pada beberapa kasus penyakit hati hemochromatosis.

4. Penyait hati karena gangguan kekebalan atau sistem imun tubuh seperti pada kasus hepatitis autoimun dimana gangguan pada sistem kekebalan melakukan perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri terutama pada sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan pada hati.

5. Penyakit hati yang disebabkan oleh kanker hati, pada kasus kanker hati dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya aflatoxin, polyvinyl chloride (bahan pembuatan plastik), virus dll. Aflatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat menkontaminasi makanan selama penyimpanan, seperti kacang-kacangan, padi dan singkong terutama pada daerah tropis. Hepatitis B dan C maupun sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati.

Posted in Penyakit Hati | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments